Rabu, 28 Desember 2016

Malam ini aku bercrita dengan dua orang siswaku tentang pekerjaan seorang guru. Kuceritakan bagaimana aku yang tidak pernah punya cita-cita jadi guru sekarang sudah 27 tahun menjalani pekerjaan guru dengan senang hati. Aku yang tidak suka untuk menjadi guru, pada tahun 2013 mewakili provinsi Banten ke tingkat nasional untuk mengikuti final seleksi guru berprestasi. Aku sampaikan kepada dua siswaku itu, bahwa apa yang aku alami adalah salah satu contoh kehendak Allah dan hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Aku sampaikan juga kepada mereka, bahwa kesenangan yang aku rasakan aku dapatkan dari hal yang aku tidak sukai. Ini mebuktikan bahwa apa yang terbaik menurut kita belum tentu baik di mata Allah dan apa yang jelek di mata kita belum tentu jelek di mata Allah.
Kuceritakan juga bagaimana seorang guru dlam menjalankan tugasnya sangat dituntut untuk bersikap sabar dan ikhlas. Jika keduanya sudah melekat dalam jiwa seorang guru, maka guru itu akan merasakan betapa nikmatnya hidup berbagi, berbagi ilmu dengan peserta didik.

Ketika salah satu dari siswaku bertanya tentang jumlah uang gaji yang aku terima setiap bulannya, aku hanya menjawab tidak ingat dan tidak mau mengingat karena khawatir akan mengurangi upayaku untuk ikhlas menjalankan tugas sebagai guru. Aku berusaha memisahkan kerjaanku sebagai guru dengan kesejahteraan atau rezeki yng aku dapatkan. Aku pikir Allah akan memberikan rezeki dari arah manapun yang Allah inginkan.

Senin, 26 Desember 2016

toc 2016

Hari ini tanggal 26 Desember 2016 bertempat di Gedung DPRD Provinsi Banten baru saja dibuka kegiatan TOC IGI wilyah Banten. Kegiatan yang dibuka oleh Asda II Provinsi Banten Ir. Hj. Eneng Nurcahyati adalah kegiatn TOC perdana untuk wilayah Banten. Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 52 anggota IGI yang berasal dari tujuh kabupaten dan kota di provinsi Banten dan satu orang dari Makassar Sulawesi Selatan.